Ketika uang menjadi tujuan utama, bahkan gangguan setan pun bisa berubah menjadi peluang yang menguntungkan.
Sinopsis
Setannya Cuan (2026) merupakan film Indonesia yang disutradarai oleh Sahrul Gibran. Film ini menghadirkan cerita yang memadukan unsur komedi dan horor melalui berbagai kejadian tidak biasa yang berhubungan dengan uang, ambisi, serta gangguan misterius yang mengubah kehidupan para tokohnya.
Dalam Setannya Cuan (2026), cerita berpusat pada sekelompok orang yang sedang menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Masalah keuangan membuat mereka terus mencari kesempatan untuk memperoleh penghasilan dan memperbaiki keadaan. Namun, sebuah kejadian tak terduga membawa mereka pada sesuatu yang sama sekali tidak pernah direncanakan.
Apa yang awalnya dianggap sebagai gangguan menakutkan perlahan justru terlihat seperti sebuah kesempatan. Di tengah rasa takut, muncul gagasan untuk memanfaatkan keadaan tersebut demi menghasilkan uang.
Dalam Setannya Cuan (2026), keputusan itu menjadi awal dari berbagai kejadian kocak sekaligus menyeramkan. Para tokoh harus berhadapan dengan situasi supranatural sambil memikirkan bagaimana mereka dapat memperoleh keuntungan dari keadaan yang semakin sulit dikendalikan.
Seiring berjalannya cerita, rencana yang awalnya terlihat sederhana mulai menimbulkan berbagai masalah baru. Keinginan mendapatkan uang membuat mereka semakin berani mengambil risiko tanpa memikirkan konsekuensi yang mungkin terjadi.
Berbagai kejadian aneh pun mulai bermunculan. Gangguan yang sebelumnya masih dapat mereka hadapi berubah menjadi semakin serius, membuat batas antara peluang dan bahaya menjadi semakin tipis.
Setannya Cuan (2026) menghadirkan humor melalui reaksi para karakter ketika menghadapi situasi menyeramkan. Ketakutan yang seharusnya membuat mereka menjauh justru bertabrakan dengan keinginan untuk terus mendapatkan keuntungan.
Persahabatan dan kepercayaan juga mulai diuji ketika uang terlibat di dalam persoalan mereka. Setiap orang memiliki pendapat berbeda mengenai apa yang seharusnya dilakukan, sementara ambisi pribadi perlahan menciptakan konflik.
Semakin besar keuntungan yang ingin diperoleh, semakin besar pula risiko yang harus mereka hadapi. Para tokoh akhirnya mulai menyadari bahwa tidak semua kesempatan layak untuk dimanfaatkan, terutama ketika mereka berhadapan dengan sesuatu yang tidak sepenuhnya mereka pahami.
Menjelang klimaks Setannya Cuan (2026), keadaan berubah menjadi semakin kacau. Rencana yang sebelumnya dianggap dapat memberikan keuntungan justru membawa mereka ke dalam masalah yang jauh lebih besar.
Para tokoh harus bekerja sama untuk menemukan jalan keluar sebelum semuanya terlambat. Di tengah kepanikan tersebut, mereka juga harus menentukan apakah uang masih menjadi sesuatu yang layak diperjuangkan ketika keselamatan mulai menjadi taruhan.
Pada akhirnya, Setannya Cuan (2026) menghadirkan cerita tentang ambisi, persahabatan, dan keinginan mendapatkan keuntungan yang dibungkus dengan nuansa komedi horor. Ketika manusia terlalu sibuk mengejar cuan, sesuatu yang awalnya terlihat menguntungkan bisa berubah menjadi masalah yang tidak pernah mereka bayangkan.






